"Ada agenda apa yang harus dilakukan? Bukan hanya ketemu salam-salaman, karena itu kalau ada pertemuan SBY dan Prabowo harus jelas dulu menunya," ujar Hinca saat ditemui di Jakarta pada Rabu (30/5).
Hinca menyatakan komunikasi politik yang mengarah pada pembentukan koalisi dengan partai mana pun harus mengakomodasi visi, misi, dan pengalaman Demokrat sebagai partai yang pernah mengantarkan ketua umumnya menjadi presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hinca, partainya terus menjalin komunikasi dengan Gerindra terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 secara intensif. Namun, menurutnya, komunikasi tersebut hanya dijalin oleh jajaran anggota saja bukan antara SBY dan Prabowo.
"Kalau ada dua pangeran, satu namanya Prabowo, satu namanya Jokowi, dia mencari pasangan. Nah, Demokrat menjadi gadis cantik. Bisa ke sana, bisa ke sini," ujarnya.
Hinca menyatakan, partai politik akan memperoleh banyak keuntungan jika berkoalisi dengan Demokrat. Hinca yakin keuntungan yang diberikan Demokrat akan memberikan peluang yang besar untuk menang dalam Pilpres 2019.
Keuntungan tersebut, Hinca menjabarkan, diperoleh dari sosok Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jumlah suara Demokrat di Pemilu 2014, dan sosok SBY.
"Kalau dari Demokrat dapatnya tiga sekaligus. Jadi kalau dapat ini, dapat three in one dia," tuturnya.
Prabowo dan SBY disebut akan segera menggelar pertemuan dalam waktu dekat. Hal itu merupakan kelanjutan dari pertemuan Koordinator Tim Pemenangan Pilpres 2019 Partai Gerindra Sandiaga Uno dengan AHY.
"Didahului pertemuan Sandiaga Uno-AHY, di salah satu pembicaraan itu kelihatan ada keinginan untuk mempertemukan Pak SBY dengan Pak Prabowo," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa pekan lalu. (ayp)