Menurut Budi, hal itu memungkinkan dilakukan karena masyarakat sudah memasuki masa libur atau cuti bersama.
"Kan sudah libur. H-7 bisa, H-6, atau H-5," katanya, di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi memprediksi puncak arus mudik tahun ini akan jatuh pada H-1 dan H-2 hari raya Idul Fitri. Prediksi itu diambil berdasarkan riset yang dilakukan Kemenhub. Atas dasar itulah Budi menyarankan masyarakat mudik pada H-7 hari raya Idul Fitri.
Namun, dia ingin ada peningkatan kapasitas dan kualitas di jalur transportasi udara. Misalnya, penambahan jadwal penerbangan untuk tujuan kota-kota favorit seperti Medan, Surabaya, dan Ujung Pandang.
"Bandara-bandara kecil juga harus beroperasi sampai jam 24.00 WIB," katanya.
Menurutnya, pemudik yang menggunakan jalur udara meningkat sekitar 9 persen. Kemudian, mobil meningkat sekitar 16 persen dan peningkatan sepeda motor mencapai 33 persen.
"Motor itu kita harap jangan digunakan," tandas Budi. (arh)