Demikian disampaikan Budi usai meninjau persiapan kelengkapan sarana dan prasarana di Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur jelang arus mudik Lebaran tahun 2018 pada Minggu (4/6).
"Saya konsisten hari ini saya sampaikan uji kelaikan baru 50 persen. Ramp check baru 50 persen," kata Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan bahwa uji kelaikan penting dilakukan untuk memastikan seluruh kelengkapan bus dalam kondisi baik demi menghindari kecelakaan di jalan raya.
Unsur teknis mencakup sistem penerangan, sistem pengereman, serta kelaikan ban depan dan ban belakang kendaraan. Sedangkan unsur administrasi meliputi SIM umum, STNK, surat tanda uji kelayakan (STUK) dan kartu pengawasan.
Lihat juga:Pemudik Mulai Padati Stasiun Pasar Senen |
"Jika tak laik jalan dan tak memenuhi unsur itu maka tak boleh beroperasi," jelas Budi.
Selain itu, Budi mengatakan bahwa bus masih menjadi moda transportasi primadona pilihan masyarakat untuk mudik lebaran.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada para agen dan perusahaan bus tak melakukan permainan harga saat menjelang dan sesudah lebaran. Ia melihat saat ini tarif bus masih normal dan tak ada agen yang menjual lebih dari 10 persen dari harga normal.
"Tarif kenaikannya enggak lebih dari 10 persen. Jadi tidak melebihi dari yang diceritakan orang ada tarif berlebihan," tutup Budi. (mik)