"Jadi Pak Amien mencoba agar yang berpikir suuzan itu tidak jadi, makanya tidak ke Istana," ucap dia, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/6).
Sebelumnya, Amien, yang juga Ketua Dewan Kehormatan PAN, mengaku lebih ingin Jokowi menyambangi rumahnya daripada mengadakan pertemuan di Istana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ke Istana nanti ditafsirkan macam-macam. Kan Bulan Puasa nanti orang berpikir suuzan dan berpikir negatif kan dosa," ujar dia, yang juga anggota Komisi IV DPR itu.
"Minimal ada proses diskusi persamaan pandangan pemikiran dalam proses berbangsa dan bernegara," ucap dia.
"Kalau memang jadi pertemuan dan itu sebaiknya jadi, tidak akan merubah posisi Pak Amien Rais untuk tetap kritis terhadap kekuasaan," kata Viva.
Menurutnya, pertemuan itu utamanya bertujuan menyambung tali silaturahmi.
"Tetapi kalau sikap Pak Amien apakah nanti jadi berubah [sikap], saya rasa Pak Amien tetap akan bersikap kritis terhadap kekuasaan, siapapun para penguasa itu," ujar Viva.
"Kalau diundang, saya tidak mau ya. Nanti dijungkirbalikan, 'Amien Rais sudah sowan ke istana, dapat apa dia?' Saya enggak mau. [Jokowi] Datanglah ke Amien Rais, rakyat biasa, enggak ada masalah," kata Amien, Rabu (30/5).
Sekjen PAN Eddy Suparno lalu menyarankan Jokowi agar mengunjungi Amien. Sebab, Amien merupakan tokoh politik yang lebih senior ketimbang Jokowi. (arh)