Pimpinan Garda 212 Ansufri Idrus Sambo tak menampik bahwa pertemuan itu membahas tentang Pemilu 2019, selain pembahasan tentang persoalan bangsa dan umat. Tak ketinggalan, akan dibahas pula soal rencana kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Lihat juga:Prabowo Bertemu Amien Rais Di Mekkah |
"Jadi memang karena identitas etnis dia [Rizieq Shihab] dari asal keluarga habaib dan punya kolektivitas dan hal itu jadi pertimbangan elite politik," kata dia saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Senin (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, saat ibadah umrah, di Mekah, beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa) |
Selain itu, lanjutnya, pertemuan ini juga bermaksud untuk memperlihatkan koalisi yang akan dibangun untuk kepentingan umat. Tujuannya, syarat dukungan sebesar 20 persen dari kursi partai yang koalisi tercapai.
Pengaruh Berkurang
Pengamat politik dari The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengakui pengaruh yang dimiliki Rizieq sangat besar dalam gerakan Persaudaraan Alumni 212.
Ia juga melihat Rizieq sebagai figur tokoh agama yang termasuk dekat dengan pengikutnya. Kedekatan ini lah yang menjadi modal bagi Rizieq untuk memiliki pengaruh yang kuat terhadap pengikutnya.
Pertama, katanya, persentase gerakan massa dari Persaudaraan Alumni 212 tak lebih dari lima persen, atau tidak mewakili suara massa mayoritas di Indonesia.
Kedua, gerakan massa 212 tak bisa sepenuhnya dialihkan bagi keuntungan elektoral untuk calon tertentu.
"Transfer 212 ke suara poitik enggak sepenuhnya berhasil. Meskipun prefensinya banyak ke Prabowo, tapi bisa ke [capres yang] lain. Dan persentasi 212 enggak sampai 5 persen penduduk kita," kata Arya, saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Senin (4/6).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri), Presiden PKS Sohibul Iman (tengah), dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno (kanan), di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (1/3). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia menilai Rizieq bisa memiliki pengaruh dan peran strategis dalam peta politik pemilihan presiden 2019 karena mampu menggerakan massa, misalnya dalam Aksi 212, 2 Desember 2016.
Arya menduga hal itu membuat Amien Rais maupun Prabowo Subiyanto yakin untuk meminta pandangan dan penilaian Rizieq dalam hal kontestasi Pilpres 2019.
"Ya image Rizieq berhasil menggerakan 212, kemampuan itu yang diyakini oleh Prabowo dan Amien Rais. Tapi [kemampuan itu] sudah berkurang karena enggak memegang pengaruh penuh," jelas Arya.
Senada, hasil survei Indo Barometer, 15-22 April 2018, menunjukkan bahwa elektabilitas Joko Widodo mencapai 40,7 persen dan Prabowo Subianto 19,7 persen. (arh)
Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, saat ibadah umrah, di Mekah, beberapa waktu lalu. (
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri), Presiden PKS Sohibul Iman (tengah), dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno (kanan), di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (1/3). (