"Di persimpangan Pantura dan Pansela ini kalau tidak dikasih aba-aba akan bablas dan nanti macet jadi satu poros," ujar Moeldoko di kantor staf kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/6).
Pihaknya mengklaim telah menyiapkan pengumuman melalui papan penunjuk elektronik agar pemudik dapat memilih untuk melintasi jalur Pantura atau Pansela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi mereka yang lebih awal (mudik) mesti dikeluarkan sedikit kurang lebih 500 meter karena di situ jembatannya baru selesai H-2," katanya.
Lebih lanjut mantan Panglima TNI ini menuturkan, para pemudik juga dapat mengakses laman daring yang memuat informasi tentang mudik di infomudik.go.id dari berbagai lembaga.
"Semua informasi tentang mudik ada, tinggal mencet itu. Nanti semua yang ingin memahami rute, posisi di mana sudah bisa dioperasionalkan," katanya.
"Kita sarankan mudik yang baik [adalah] tanggal 10 dan 11 Juni. Karena ada dua puncak arus mudik 8-9 Juni dan 12-13 Juni," kata Budi di Mabes Polri Jakarta, Selasa (5/6).
Budi juga menyarankan agar masyarakat menghindari puncak arus balik dengan memberi jeda dua hari dengan akhir libur lebaran yakni pada 21-22 Juni. (wis/pmg)