Sebab, pihaknya merasa tak mungkin merealisasikannya di tahun anggaran ini.
"Kita sudah menyisir ada beberapa anggaran yang harus kita nol-kan, kayak pengadaan Puskesmas dan beberapa kajian-kajian akan kita nol-kan," kata Sandi di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pencoretan ini, Sandi menargetkan bisa menekan pengeluaran hingga 20 persen dari yang telah dianggarkan dalam APBD 2018.
DPRD DKI Jakarta berkali-kali mengkritik rendahnya serapan anggaran. Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif menilai ada tiga hal penyebab rendahnya penyerapan anggaran.
Pertama, buruknya perencanaan anggaran dan kegiatan. Lalu buruknya hubungan koordinasi antarunit SKPD dalam penyelesaian administrasi, pelaksanaan lelang, penentuan pemenang proyek, dan eksekusi pembangunan. Terakhir, faktor birokrat yang dinilainya terlalu ragu melakukan kesalahan dalam menggunakan anggaran.