Bara menyebut, Jokowi merupakan sosok presiden untuk rakyat Indonesia karena telah membangun infrastruktur hingga ke pelosok daerah.
"Memang terjadi suatu perubahan, alokasi, pembangunan dari ujung ke ujung, dan dengan berbagai penampilannya ini bahwa (Jokowi) presiden untuk semua," kata Bara saat acara diskusi publik 'Indonesiasentris, fakta atau hoax, di Gedung Patra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bara bahkan membandingkan masa kepemimpinan Jokowi dengan masa pemerintahan sebelumnya. Di masa pemerintahan sebelumnya, kata Bara ada, semacam kecenderungan kurang memperhatikan daerah di luar Pulau Jawa.
"Ketimpangan terjadi, sangat sentris," katanya.
Lebih lanjut Bara juga mengakui bahwa pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi selama empat tahun ini tentu harus dilanjutkan. Baik oleh Jokowi, atau oleh pemenang lain dalam Pilpres 2019 mendatang.
"Siapapun Presidennya teruskan, tapi tentu harus beri kredit pada Jokowi yang sudah bekerja keras," katanya.
Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto) |
"Yang sudah baik akan dilanjutkan, dan kami harapkan akan ada akselerasi," katanya.
Namun dia belum dapat memastikan arah dukungan PAN dalam Pilpres 2019 mendatang.
"Segala kemungkinan bisa terjadi, semua akan kami bahas, kemungkinan dukung Jokowi tetap terbuka," katanya.
Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)