Hal itulah yang menjadikan relawan ganti presiden mengeluarkan ide gerakan membunyikan klakson tiga kali saat melihat spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden selama mudik lebaran Idul Fitri 1439 Hijiriah.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan ekpresi kampanye saat ini tak lagi melulu lewat kaus alat peraga seperti kaus atau spanduk. Medium kampanye, kata dia, harus dibuat lebih segar dan gembira.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardani Ali Sera angkat bicara soal gerakan klakson tiga kali saat liat spanduk ganti presiden selama mudik. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Mardani pun menampik jika gerakan ganti presiden telah mencampuri urusan mudik yang merupakan kegiatan sosial dengan gerakan politik. Menurut dia, gerakan klakson tiga kali itu justru ingin mendidik masyarakat, khususnya dengan pendidikan politik.
[Gambas:Twitter]
Lebih lanjut, Mardani menegaskan jika posko mudik yang akan dibentuk oleh PKS di beberapa titik jalur mudik memiliki agenda yang berbeda dengan relawan #2019GantiPresiden. Kendati demikian, Mardani mengaku tak ada larangan jika ada kader PKS yang ingin melakukan kampanye tersebut.
Mardani juga menambahkan tak menutup kemungkinan jika nanti relawan dan posko PKS letaknya berdekatan selama mudik lebaran tahun 2018 ini.
"Kalau posko mudik itu yang jalanin PKS, kalau spanduk dan klakson itu relawan ganti presiden. Mungkin nanti bisa deketan atau barengan dan beririsan. Kalau ada spanduk di posko ada relawan disana," kata Mardani.
Mardani Ali Sera angkat bicara soal gerakan klakson tiga kali saat liat spanduk ganti presiden selama mudik. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)