"Ini sudah keseringan terjadi, candaan membawa bom itu tidak tepat dilakukan apalagi di tempat-tempat seperti bandara, pelabuhan dan keramaian lainnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Kamis (7/6).
Berdasarkan informasi, penumpang yang menggunakan maskapai penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7703/ID6166 rute Jakarta-Makassar dan Ambon itu bergurau membawa bom saat sedang transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah beberapa saat, pramugari itu melaporkan kepada co-pilot jika salah seorang penumpang sedang mengaku membawa bom dalam tasnya hingga akhirnya pilot tersebut berkoordinasi dengan pihak keamanan bandara.
Setelah beberapa jam dilakukan pemeriksaan, penumpang yang berprofesi sebagai pelaut itu kemudian diserahterimakan kepada Polsek Kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kawasan Bandara Iptu Ahmad mengatakan saat ini yang bersangkutan masih diamankan di Polsek untuk dimintai keterangan.
"Penumpang sekarang masih di Polsek dan berdasarkan keterangannya dia berangkat sendiri dan mengakui segala perbuatannya. Penumpang itu mengaku hanya bercanda dan spontan saja mengeluarkan kata bom itu," ucapnya. (kid)