Demikian data termutakhir yang diterima dari Posko Humas Stasiun Gambir per pukul 18.00 WIB, Jumat (8/6), jumlah penumpang kereta mencapai 19.747 orang. Jumlah tersebut terbagi 13.968 KA reguler dan 6.178 KA tambahan.
Jika ditambah dengan penumpang prioritas stasiun Gambir, jumlahnya menjadi 20 ribu penumpang. Executive Vice Presiden KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rusdiansyah menyatakan sejauh ini telah menjual setidaknya 44 ribu tempat duduk kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dokumen yang diberikan Posko Humas Gambir, jurusan yang paling banyak dituju penumpang dari stasiun adalah Bandung untuk kereta reguler. Jumlahnya mencapai 600an lebih di satu rangkaian kereta.
Sebagai antisipasi keamanan penumpang, Dadan menerangkan DAOP I telah menyediakan petugas ekstra untuk titik titik rawan longsor. Jumlah penjaga ditambah supaya terdeteksi lebih awal jika terjadi hal yang tak diinginkan seperti longsor maupun amblas.
"Petugasnya kira-kira ada 200 orang untuk menjaga daerah rawan. Ada deteksi awal jadi kalau ada apa-apa lapor ke stasiun terdekat dulu untuk pencegahan supaya keretanya tidak lewat. Kemudian untuk dilakukan perbaikan kalau ada longsor," kata dia tadi pagi.
Selain itu Dadan juga mengimbau calon penumpang untuk tidak membawa perhiasan dan pakaian yang terlalu mencolok. Dia meminta masyarakat agar tidak datang terlalu mepet atau terlalu lama dari waktu pemberangkatan agar tidak terjadi penumpukan di stasiun.
Dari pengamatan arus mudik 2018 yang dilakukan CNNIndonesia.com di Stasiun Gambir pukul 20.30 WIB, keramaian di dalam maupun luar sana tampak aman terkendali. Tampak petugas pengamanan berkeliling memastikan situasi kondusif. (kid/sur)