Condro menjelaskan bila elevasi tanjakan di Kali Kenteng tidaklah ekstrem sehingga menurutnya tidak menyulitkan para pengguna jalan khususnya pemudik.
Meski demikian, kondisi mobil dan keterampilan pengemudi menjadi kunci utamanya. Hal inilah yang membuat Polisi melakukan seleksi untuk mobil yang akan masuk melintas di tanjakan Kali Kenteng.
"Di gerbang tol waktu masuk, anggota kami melakukan seleksi terhadap mobil pemudik. Yang sekiranya sudah reyot dan loyo kondisinya, kita larang untuk melintas di Kenteng. Tanjakannya ini sebenarnya tidak ekstrem, Kementerian PUPR dan Jasa Marga sudah memperhitungkan dari awal, tidak mungkin sampai 50 derajat, seperti yang tersebar di medsos", kata Condro di Kali Kenteng, Senin (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, meski dianggap mengkhawatirkan, tanjakan Kali Kenteng membuat para pemudik menjadi penasaran. Tak sedikit dari mereka yang sengaja memilih melintas di jalur tersebut untuk membuktikan benar tidaknya curamnya tanjakan, seperti yang tersebar di medsos hingga menjadi viral.
Pihak PT. Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana proyek tol Salatiga-Kartosuro sendiri telah menjelaskan bila elevasi tanjakan di Kali Kenteng hanyalah 10 persen sehingga sangat aman bagi para pengguna jalan.