Kepala Penanggung Jawab Posko Induk Nagreg, Isnuri, mengatakan lonjakan pemudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun Garut selalu terjadi pada dua hari jelang lebaran.
"Di Nagreg karakteristik dari tahun ke tahun selalu H-2 puncak arus mudiknya," ujar Isnuri seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan pemudik pada Rabu, kata dia, disinyalir karena para pegawai di pabrik-pabrik baru mendapat libur.
Berdasarkan data dari pos pencatatan Nagreg, volume kendaraan sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB mencapai 87.674 unit.
Adapun kepadatan kendaraan di jalur yang sama pada enam hari sebelum lebaran sekitar 55.800 kendaraan, lima hari sebelum lebaran sekitar 70.915 kendaraan, dan empat hari sebelum lebaran sekitar 80.849 kendaraan.
"Kenaikan volume kendaraan sudah terjadi pada hari Selasa sebanyak 102,250 kendaraan. Sekarang 87 ribuan baru sampai pukul 12.00 WIB, bakal terus bertambah hingga malam," kata dia.
Selain faktor meningkatnya volume kendaraan, kemacetan di Nagreg juga dipicu gangguan-gangguan lain seperti banyaknya persimpangan di sepanjang Cicalengka-Nagreg, aktivitas di sekitar pabrik Kahatex, serta perlintasan kereta api. (gil)