Kericuhan sempat terjadi pada debat kedua Pilgub Jabar 14 Mei silam. Kericuhan saat debat yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, itu dipicu kaus #2019GantiPresiden yang dibawa oleh pasangan cagub nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu.
"Saya mengimbau sebaiknya tidak ada debat ketiga, maka itu saya menulis surat ke KPU Jabar, saya minta jaminan keamanan, karena saya enggak mau ada satu orang pun di sana yang jadi korban. Saya ingin berlepas diri dari pertanggung jawaban kepada Allah SWT," kata Deddy di bandung, Rabu (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Deddy, potensi kericuhan tersebut sangat besar. Sebab, kasus kericuhan pada debat kedua masih bergulir dan memicu kasus-kasus lain, seperti aksi demo yang terjadi di DPW PKS Jabar beberapa waktu lalu, dimana PKS dituduh sebagai sarang teroris.
Cagub Jabar Deddy Mizwar meminta debat pilgub ketiga dibatalkan. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Menurutnya, bila kericuhan tersebut menelan korban jiwa, maka proses Pilgub pun akan kacau dan ditunda untuk menjaga stabilitas keamanan. Namun demikian hal tersebut tentunya akan menimbulkan kerugian banyak pihak, terutama masyarakat.
"Akibatnya masyarakat atau rakyat akan rugi ratusan miliar, untuk penundaan ini," katanya.
Debat ketiga Pilgub Jabar rencananya digelar di di gedung Grand Sudirman, Jalan Sudirman, Kota Bandung, 22 Juni 2018. Debat akan mengangkat tema Pelayanan Publik.
KPU Jawa Barat juga akan akan mengurangi jumlah tamu undangan debat Pilgub Jabar.
Sementara itu, KPU Jawa Barat belum memberikan keterangan terkait permintaan Deddy Mizwar untuk pembatalan debat.
Cagub Jabar Deddy Mizwar meminta debat pilgub ketiga dibatalkan. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)