"Mungkin ini (pencurian) akibat tekanan ekonomi di Jakarta, selain daripada kurangnya kewaspadaan dari kita," kata Sandi saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (14/6).
Namun dia enggan menganalisa lebih jauh terkait pencurian tersebut. Dia mengaku prihatin atas kejadian yang terjadi di bulan Ramadan setelah acara pengajian dan buka bersama yang kebetulan diadakan di rumah dinas Wakil Gubernur itu di Kuningan Timur, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengatakan barang-barang yang hilang dalam insiden itu diakui cukup bernilai meski jumlahnya tak banyak. Salah satunya yakni sebuah kamera milik ustaz muda yang memberi ceramah dalam kegiatan buka bersama itu.
Lebih lanjut, Sandi mengimbau kepada warga Jakarta yang meninggalkan kediamannya untuk mudik ke kampung halaman masing-masing agar waspada.
"Kunci rumahnya, jangan meninggalkan barang berharga yang mahal-mahal yah. Rumah dinas Gubernur saja bisa dibobol maling," kata dia.
Dia pun mengimbau kepada para penjaga untuk bersiaga menjaga kediaman warga yang ditinggalkan. Terkait keamanan di rumahnya, Sandi belum tahu apakah akan ditingkatkan atau tetap seperti biasa.
"Belum. Kemarin sempat ada bilang lebih baik ditingkatkan, tapi saya pikir yang sudah ada saja cukup, hanya mungkin lebih waspada," kata dia.
Aksi pencurian di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Selasa (12/6), saat acara buka puasa disertai pengajian dan tarawih berjamaah sedang berlangsung.
Rekaman CCTV yang mengabadikan peristiwa itu tersebar di media sosial. Dalam video itu, tampak seorang berkemeja biru mengambil barang di lokasi tersebut.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan polisi langsung mengecek ke rumah dinas Sandiaga setelah menerima video itu.
"Kami mengklarifikasi rekaman CCTV yang beredar tersebut," kata Indra.