"Kalau saya memang kurang sependapat untuk ke Israel, wong kita tidak ada hubungan diplomatik," kata Ma'ruf di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6).
Meski demikian, Maruf enggan terburu-buru menyikapi kehadiran Yahya Staquf yang juga Katib Aam PBNU tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tepat tidak tepat, saya harus dengar alasan dia. Saya belum dengar alasan dia," katanya.
"Sebagaimana yang Anda ketahui, beberapa orang di Indonesia, juga tempat lain, Hamas, Otoritas Palestina, OKI, membuat pernyataan soal kunjungan saya di sini," kata Staquf dalam sebuah forum di Yerusalem, yang disiarkan secara langsung lewat Facebook.
Yahya mengatakan sebagai ulama yang melayani Nadhlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia, dengan rekam jejak berpihak pada Palestina, maka dia akan membela Palestina.
"Tanpa saya harus katakan, saya berdiri bersama Palestina, tentu saja. Itu jelas. Apa yang Anda harapkan dari muslim asal Indonesia seperti saya?"
Yahya Staquf berkunjung ke Yerusalem sejak 10 Juni lalu. Kunjungan itu merupakan undangan AJC.