"Pak Iriawan itu progamnya menjaga netralitas, mereka menjamin netralitas dan tidak akan konflik kepentingan," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (18/6).
Sumarsono mengklaim jika tidak netral dalam menjalankan tugasnya, Iriawan maupun para penjabat gubernur lainnya bakal ditarik dari jabatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarsono mengenal sosok Iriawan saat jenderal bintang tiga itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ketika itu, Sumarsono juga tengah menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.
Pilkada Jawa Barat akan digelar pada 27 Juni 2018. Netralitas Iriawan usai dilantik sebagai Pj Gubernur Jawa Barat sempat dipertanyakan banyak pihak.
Salah satunya Partai Demokrat yang menilai penunjukkan itu dapat menimbulkan asumsi bahwa pemerintah mendukung pasangan calon (paslon) gubernur Jabar TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang diusung PDI Perjuangan.
Latar belakang Iriawan dari polisi, dinilai menimbulkan kecurigaan, sebab Anton Charliyan juga berlatar belakang Korps Bhayangkara.