"Sudah diamankan kepolisian," kata Kapolres Simalungun Ajun Komisaris Besar Marudut Liberti Panjaitan di Posko Bencana di Pelabuhan Tiga Ras, seperti dikutip Antara, Rabu (20/6).
Marudut tidak menyebutkan secara rinci identitas nakhoda itu. Polisi juga tidak menyebutkan lokasi tempat nakhoda diamankan, di Mapolres Simalungun atau Mapolres Samosir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marudut mengatakan KM Sinar Bangun mengangkut penumpang dan barang melebihi kapasitas kapal, tidak dilengkapi sekoci maupun jaket pelampung.
Kata Marudut, syahbandar tidak melakukan pemeriksaan sebelum KM Sinar Bangun tenggelam.
"Tidak memenuhi SOP (standar operasional prosedur)," katanya.
Petugas gabungan menunggu kapal SAR yang membawa kantong berisi jenazah korban KM Sinar Bangun yang tenggelam. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi) |
Kapal tersebut tak memiliki manifes penumpang, akibatnya jumlah korban simpang siur.
Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengonfirmasi bahwa ada 188 penumpang. Data ini diperoleh dari SAR Mission Coordinator (SMC) diterbitkan pada Rabu (20/6) pagi.
