"Tidak ada perubahan mekanisme. Masa karena satu orang kemudian diubah? Akan tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya," terang Yayat Hidayat, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (21/6) melalui sambungan telepon.
Meski demikian, Yayat mengaku belum menerima kabar bahwa Deddy takkan hadir. Sejauh ini, alur debat yang berbeda dari debat sebelumnya adalah mengganti sesi tanya jawab menjadi pendalaman oleh para panelis pada cagub dan cawagub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, KPU Jabar telah mengirimkan undangan kepada para pasangan calon (paslon) untuk menghadiri debat esok. Jika ada paslon yang menolak hadir, maka hal tersebut tidak akan mengakibatkan sanksi meski ada kerugian kehilangan kesempatan berkampanye bagi paslon tersebut.
Deddy sendiri sebelumnya menyatakan keberatan hadir apabila kepolisian tidak menjamin acara debat bakal berlangsung aman. Mengenai hal ini, Yayat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk memastikan kericuhan tak terulang.
"Untuk pengamanan kami sudah rapat dengan polisi kemarin, dengan Polda Jabar. Mereka mengatakan siap mengamankan," tutupnya.
Debat terakhir Pilgub Jabar dinilai aktor kawakan Deddy Mizwar berpotensi mengakibatkan kericuhan. Tensi politik di Jabar sedang memanas karena kasus e-KTP yang tercecer di Bogor dan pengangkatan Komisaris Jenderal Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar.
"Kalau ini semua terpicu dalam debat tadi tanpa ada jaminan keamanan yang jelas, maka kemungkinan ada pertumpahan darah. Kalau ada pertumpan darah, maka pilkada berpotensi untuk ditunda dan uang rakyat habis," ucap Deddy. (agi/asa)