"Banjir bandang di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menyebabkan satu orang hilang, penanganan darurat masih dilakukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Jumat (22/6).
Kata Sutopo, banjir bandang di wilayah Banyuwangi juga mengakibatkan jalur antar kabupaten yang menghubungkan Jember-Banyuwangi via Singojuruh, terputus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Saat ini, Tim Tanggap Bencana (Tagana) dan aparat lain masih membantu penanganan darurat di lokasi banjir. "Pendataan masih dilakukan," katanya.
Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam merinci sebanyak 11 rumah roboh akibat banjir itu.
"Kami masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang disebabkan banjir bandang tersebut," kata Eka.
BPBD telah memprediksi banjir bandang tersebut karena tingginya curah hujan, sehingga berbagai antisipasi untuk meminimalisir korban dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sudah dilakukan.
Sementara Camat Songgon Wagianto mengatakan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Songgon merupakan kedua kalinya dan banjir bandang yang pertama kali terjadi pada 15 Mei 2018.
"Banjir bandang yang menerjang Jumat pagi tadi lebih besar hingga menyebabkan infrastruktur jembatan yang menghubungkan dua desa rusak berat dan saluran irigasi juga rusak," katanya.