"Jadi memang ada indikasi orang yang lapor kehilangan (keluarga) karena kemungkinan ada maksud lain akan Jasaraharja," kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (22/6).
Jumlah korban KM Sinar Bangun hingga kini masih simpang siur. Data terakhir menyebutkan korban yang belum ditemukan mencapai 188 penumpang, itu pun belum bisa dipastikan. Budi menyebut angka tersebut memang belum sepenuhnya benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan KM Sinar Bangun memang telah menjalin kesepakatan dengan Jasaraharja. Sehingga bisa dipastikan seluruh penumpang yang menjadi korban bakal mendapat santunan.
Namun, menurutnya kini pihaknya tengah meminta kepolisian untuk memastikan berapa jumlah pasti dari penumpang dari tenggelamnya kapal itu.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya menjamin jika pemerintah akan memberi santunan untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun dan keluarga yang ditinggalkan serta memberi biaya perawatan bagi yang memerlukan.
Sampai hari ini baru 21 penumpang kapal yang berhasil ditemukan. Sebanyak 18 penumpang dalam kondisi selamat, dan tiga di antaranya tewas.
Sedangkan berdasarkan data SAR Mission Coordinator (SMC), sebanyak 188 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba belum juga ditemukan.
KM Sinar Bangun dilaporkan tenggelam pada Senin pekan ini sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal ini berangkat dari Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. (pmg)