Hal itu menurut Hanta berpotensi merusak soliditas koalisi partai pengusungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
"Terutama PDIP belum tentu mau terima, karena cawapres bisa jadi capres kuat 2024 dan itu berbahaya bagi capres lain," kata Hanta di kawasan Thamrin, Jakarta, Sabtu (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prabowo Galang Dana Pendukung untuk Pemilu |
Jokowi saat ini didukung oleh sedikitnya tujuh partai politik. Ketujuh partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, PPP, NasDem, Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Tidak harus nonpartai namun harus dipastikan tidak terasosiasi kuat dengan partai, tapi punya modalitas elektoral dan tentunya punya pengalaman yang cukup kuat melengkapi Jokowi," terang dia.
Lebih lanjut, Hanta mengingatkan tingkat keterpilihan atau elektabilitas harus jadi pertimbangan Jokowi dalam memilih cawapres. Pasalnya elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta ini sebagai petahana masih belum aman.