Dari tiga pasang lawannya, hanya pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang belum mengucapkan selamat kepada Ridwan-Uu.
"Kang Deddy Mizwar sudah selamat, Pak TB Hasan juga semalam datang, Dedi Mulyadi juga sudah ucapkan selamat dan legowo, Pak Anton [Charliyan] juga sudah telpon selamat juga," kata Emil di Jalan Cisitu Indah, Dago, Bandung, usai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat periode 1970-1974 Solihin Gautama Purwanegara, Kamis (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil memahami dan menghormati sikap pasangan 'Asyik' yang masih menunggu hasil resmi perhitungan KPU Jabar.
Sementara di posisi ketiga paslon nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 25,45 persen. Sedangkan di posisi paling buncit paslon nomor urut dua Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan sebesar 12,81 persen.
Survei Charta Politika juga menunjukkan pasangan Ridwan Kamil-Uu paling unggul dengan jumlah perolehan suara 33,58 persen. Jumlah ini diperoleh dari suara masuk sebanyak 80 persen.
Sementara di posisi kedua pasangan Sudrajat-Syaikhu unggul dengan jumlah 30,35 persen suara. Sudrajat juga berlatar belakang militer dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.
Di posisi ketiga pasangan dua D, Deddy-Dedi memperoleh 24,56 persen suara dan di posisi akhir pasangan Hasanuddin-Anton sebesar 11,51 persen suara.
Ridwan mengaku tidak terkejut dengan hasil hitung cepat lembaga survei, termasuk hasil yang diperoleh pasangan Sudrajat Syaikhu yang dinilai sebagian kalangan mengagetkan.
Emil sapaan karib Ridwan Kamil menyebut hal itu memang biasa terjadi dalam demokrasi.
"Surprise enggak surprise, itu kan biasa memang dalam demokrasi," kata Emil.
"Saya tidak tahu metode apa yang digunakan pasangan nomor urut tiga, memang luar biasa pembacaan survei jauh sekali meningkatnya sampai tiga kali lipat," katanya, "Masing-masing punya cara dan metode sendiri, mudah-mudahan cara dan metodenya adalah yang baik bukan yang buruk."
Dia membandingkan metode peningkatan elektabilitas yang digunakan oleh dirinya dan Uu selama proses Pilkada berlangsung.
Diakuinya, tim 'Rindu' hanya menggunakan prestasi dan gagasan, bukan berdasar pada isu atau kampanye hitam.
"Pasangan Rindu kan sudah komit, mau naik, mau turun cara kita yang baik tidak berbasis isu, tapi berbasis gagasan dan prestasi," katanya.
