Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani membeberkan faktor penyebab kekalahan pasangan yang diusung PDIP dan PPP itu.
Kata Arsul, faktor pertama adalah dukungan mesin politik, partai pendukung. Pasangan Djarot-Sihar kalah jumlah dari sisi partai pendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu secara teoritisnya mesin partai itu. Ketika semakin banyak partai yang mengusung itu struktur partai yang bekerja semakin banyak," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (28/6).
Meski demikian, Arsul mengakui jika faktor ketokohan Djarot-Sihar yang masih kalah kuat dibandingkan sosok Edy-Musa.
"Tidak bisa dipungkiri tapi tentu banyak faktor termasuk [ketokohan] itu. Faktor isu SARA dan kemudian faktor sentimen terhadap parpol yang mengusung," ujarnya.
Data sementara menunjukkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut, Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck), masih unggul dibandingkan dengan pesaingnya Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.
Berdasarkan persentase data formulir C1 yang masuk ke situs infopemilu.kpu.go.id sebesar 63.,79 persen pada Kamis (28/6) pukul 10.30 WIB, duet Edy-Musa unggul dengan selisih sembilan persen dari Djarot-Sihar.
Data tersebut berasal dari 17.527 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dari total 27.487 TPS tersebar di Sumatera Utara.
Pasangan Edy-Musa memperoleh suara 1.965.691 atau 54,83 persen. Kemudian duet Djarot-Sihar yang didukung oleh koalisi PDIP dan PPP mengumpulkan 1.619.343 suara atau 45,17 persen.
Suara sah yang masuk sebesar 3.582.414, sedangkan suara tidak sah sejumlah 52.328. Suara keseluruhan yang masuk sebanyak 3.634.595 dari 5.781.694 pemilih.
