Mulyadi mengatakan, meski Gerindra tak mau mengakui hasil hitung cepat lembaga-lembaga itu, tetapi melonjaknya perolehan suara pasangan Asyik ini membuktikan warga Jabar masih mempercayai Ketua Umum Gerindra itu.
Bahkan kata dia, bagi masyarakat Jawa Barat Prabowo adalah Presiden sebenarnya. Hal ini pun terbukti saat Pilpres 2014 lalu, Prabowo memenangkan suara terbanyak di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi Prabowo, kata dia, cukup besar dalam mempengaruhi masyarakat Jawa Barat menentukan pilihan di Pilgub 2018. Tetapi Mulyadi tidak merinci pengaruh apa saja yang diberikan Prabowo dalam mengerek suara pasangan Asyik.
"Kami belum percaya dengan quick count lembaga survei lain, kami percaya dengan hasil sendiri dan masih tunggu hasil asli dari KPU," katanya.
Melesatnya suara Sudrajat diyakini juga akan berimbas di Pilpres 2019. Mulyadi bahkan optimistis Gerindra bisa merebut suara terbesar di Jawa Barat.
"Ada beberapa kota, seperti Depok, Kabupaten Bogor, Tasikmalaya. Yang paling besar itu 40 persen kita yakin suara di Tasikmalaya, pokoknya untuk Jabar Prabowo sudah Presiden," katanya.