Prabowo dan Rizal Ramli hadir memenuhi undangan Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno. Selain Prabowo dan Rizal Ramli, Amien Rais dan sejumlah Duta Besar juga turut hadir dalam acara itu.
"Rizal Ramli Calon Presiden Republik Indonesia. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin [mumpung] dalam rangka Idul Fitri," kata Prabowo membuka pidatonya.
Prabowo mengaku diwanti-wanti agar tidak berbicara politik dalam acara tersebut. Tapi, menurutnya hal itu tak bisa dielakkan. Dia tetap menyelipkan tema-tema politik karena dia tidak bisa diam melihat kondisi bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo kemudian bercerita tentang perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah.
"Kita itu golongan paling bawah inlander. Itulah dulu gimana kita dijajah, dihina. menjajah bangsa jtu. Sebetulnya ya berusaha untuk menghilangkan harga diri bangsa," katanya.
Sebab itu, Prabowo berpesan kepada Rizal Ramli dan Amien Rais, agar bila terpilih menjadi pemimpin di masa depan mampu memperbaiki kondisi bangsa.
"Jadi saya mau sarankan Insya Allah kalau 2019, entah Pak Rizal Ramli atau Saya. Saya titip harus berani kita perbaiki yang dulu kita dikhianati, disakiti bangsa lain," katanya.
Di akhir pidato politiknya, Prabowo sambil bercanda mengatakan dia tak berbicara politik, melainkan sekadar mengingatkan.
"Nyelip-nyelip dikit tidak terlalu langsung poitik tapi mengingatkan saudara. Kita percaya Tuhan Maha Besar selalu di pihak yang benar," katanya.