Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bambang Yudi S mengatakan opsi tersebut muncul melihat kondisi dasar Kali Grogol yang dipenuhi oleh lumpur.
"Kami sedang berpikir, apakah akan ditutup dengan karung pasir terus disedot airnya," kata Yudi di Kali Grogol, Jakarta Barat, Jumat (29/6).
Opsi tersebut masih dikaji oleh pihaknya. Yudi mengaku masih menunggu instruksi dari atasanmya untuk menggunakan opsi tersebut. Pasalnya untuk membawa pompa ke lokasi dan menyurutkan Kali Grogol dibutuhkan biaya yang tidak murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, BKSDA juga bakal mengganti jenis umpan yang disodorkan untuk menangkap buaya tersebut. Sebelumnya, pihak BKSDA memberikan tiga umpan ayam utuh. Namun umpan ayam tersebut dirasa tidak efektif karena tidak satu pun buaya yang terpancing.
Sejauh ini upaya yang dilakukan tim pencari buaya Kali Grogol adalah dengan memasang jaring sepanjang 20 meter di area penangkapan tepatnya di Kali depan Stasiun Grogol.
Buaya sempat hampir tertangkap, namun berhasil meloloskan diri melalui bagian bawah jaring.
Berdasarkan laporan warga, setidaknya ada tiga ekor buaya di Kali Grogol. (sur)