"Secara nasional bisa saya sampaikan bahwa dari 171 titik, kami memenangkan 91 titik atau ekuivalen dengan 53,22 persen," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus di kantornya, Jakarta, Jumat (29/6).
Dari 91 daerah yang dimenangkan Golkar, kata Lodewijk, sepuluh di antaranya mendapatkan kemenangan yang cukup signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, Banten dengan kemenangan di tiga dari empat daerah. Keempat, Kalimantan Selatan yang juga memenangkan tiga dari empat daerah yang menyelenggarakan pilkada.
Kedelapan ada di Kalimantan Tengah dengan kemenangan di tujuh dari 11 daerah. Kesembilan, Sumatera Barat dengan kemenangan di dua dari 4 daerah, dan terakhir di Jawa Timur, Golkar klaim memenangkan sembilan dari 19 daerah.
Lodewijk mengatakan secara khusus di tingkat provinsi, pasangan calon yang diusung Golkar memenangkan sepuluh dari 17 daerah atau setara dengan 58,8 persen.
Meski demikian, Lodewijk tidak menyebut secara rinci kemenangan di sepuluh provinsi itu. Namun, ia menyebut semua hasil tersebut masih bersifat sementara.
"Masih bisa berkembang karena batas margin error-nya dua sampai tiga persen. Kemudian juga ada tujuh titik yang belum kami dapatkan informasi, terutama Papua dan ada yang belum Pilkada," katanya.
Lodewijk mengatakan berdasarkan data yang mereka miliki, Partai Golkar menyimpulkan mesin politiknya dapat bergerak secara efektif menjelang pemilihan legislatif dan presiden tahun depan.
"Kami sudah dapat memetakan mana daerah-daerah yang mesin partainya sudah bekerja dengan maksimal dan terus akan dipertahankan dan ditingkatkan," kata Lodewijk.