Menurut Anies, bank sentral milik negara tersebut telah menerapkan program rumah DP nol yang menjadi 'jualannya' bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno sejak masa kampanye.
"DP nol persen, kami bersyukur bahwa apa yang menjadi inisiatif di Jakarta sekarang juga dilaksanakan di level nasional," kata Anies usai menghadiri pencanangan revitalisasi SMK di SMKN 26 Jakarta, Sabtu (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menilai pembebasan DP kepemilikan rumah merupakan kebijakan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, calon pembeli rumah umumnya mampu melakukan angsuran bulanan, tetapi sering terbebani kewajiban membayar uang muka puluhan juta Rupiah.
"Nah, (DP nol) rumah yang merupakan kebutuhan pokok dari sandang, pangan, dan papan itu kita mudahkan, Jakarta mulai. Dan sekarang nasional mengadopsi, kita apresiasi," kata Anies.
Pembebasan DP itu sendiri tertuang dalam kebijakan baru BI yang mulai berlaku 1 Agustus 2018 mendatang.
Kendati demikian, DP untuk pembelian rumah kedua dan ketiga tetap diterapkan, yaitu sebesar 10-20 persen, kecuali untuk tipe rumah berukuran 21 meter persegi (m2). (dal/asa)