Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunung Kidul, Bahron Rosyid mengatakan pada tahun ajaran 2017/2018 lalu jumlah lulusan SD hanya 9.222 siswa, sedangkan kuota siswa SMP/MTs negeri maupun swasta tersedia 11.700 siswa.
"Adanya selisih antara jumlah lulusan SD dengan kuota di SMP serta MTs yang tersedia ini tentunya akan membuat sejumlah sekolah kekurangan siswa. Kuota di SMP serta MTs lebih banyak daripada jumlah lulusan SD untuk tahun ini," kata Bahron, Senin (2/7) dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada sekolah yang kekurangan murid, itu bukan karena terdampak dengan sistem zonasi, tetapi jika melihat data memang ada penurunan jumlah siswa yang lulus dari kelas 6 SD," katanya.
"Kami sudah terbiasa dengan hal semacam ini (kekurangan siswa)," katanya.
Sebagaimana diketahui, dalam sistem zonasi, salah satu indikator yang dijadikan sebagai pertimbangan utama adalah jarak sekolah dengan kediaman siswa.
"Kami yakin tetap siswa pada tahun ajaran 2018/2019," katanya. (osc/sur)