Akun tersebut dilaporkan dengan dugaan menebar ujaran kebencian melalui unggahannya yang dianggap menghina Katib Aam Syuriah PBNU, Yahya Cholil Staquf.
"Kami menduga telah melakukan ujaran kebencian atau hate speech pasal 28 UU ITE," kata Sulton di Polda Metro Jaya, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sulton, dirinya bersama pengurus GP Ansor lainnya sudah berusaha menyelesaikan dengan cara damai, namun pemilik akun meresponsnya dengan menantang balik. Demi meredam amarah para anggota GP Ansor maka pihaknya memilih jalur hukum.
Terkait laporan hari ini, Sulton melampirkan sejumlah barang bukti. Diantaranya potongan gambar cuitan akun tersebut pada 12 Juni 2018.
"Sampah busuk banget ni @Staquf. Yang dia lakukan ini memang telanjang propaganda Israel dari Istana. Buzzer Istana berdengung, orang NU bela diri, tapi bicara "atas nama pribadi"? Loe punya otak lagi indekos dimana?" demikian bunyi cuitan akun @_haye_ tersebut.