"Mulai berlaku nanti malam, kita lakukan operasi mandiri jambret dan begal, pastinya satu bulan berarti 24 jam. Kalau sekarang kan di bawah Biro Ops ya, itu operasi kewilayahan, sasarannya jelas, personel berapa jelas, waktunya juga jelas," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/6).
Argo mengatakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis memerintahkan anak buahnya tidak segan menembak mati penjambret dan pelaku begal yang melawan saat ditangkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perintahnya adalah melakukan penangkapan terhadap begal dan jambret. Dan seandainya ada perlawanan, perintah Bapak Kapolda lakukan tindakan tegas dan terukur, ini enggak bisa ditawar-tawar, kalau melakukan perlawanan kepada petugas," ujarnya.
Hingga saat ini, Argo mengatakan polisi masih memburu pelaku penjambretan yang menewaskan W (37), di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sejumlah barang bukti termasuk rekaman kamera pemantau (CCTV) telah dikumpulkan.
Selain penjambretan di Jakarta Pusat, belum lama ini juga telah terjadi peristiwa penjambretan di wilayah Jakarta Barat. Peristiwa penjambretan yang dilakukan oleh geng bernama Tenda Oranye tersebut menimpa seorang perempuan berinisial CFS.
Peristiwa penjambretan itu terjadi usai CFS memarkirkan mobilnya di depan New MG Hotel, Tamansari. Saat sedang menyeberang, para penjambret pun merampas tas hitam milik CFS. Satu pelaku berinisial R pun tewas ditembak polisi.
Polisi juga menembak mati salah satu tersangka penjambret Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanudin. Penyebabnya adalah dia melawan saat ditangkap.
Saat ditangkap, salah satu penjambret berinisial FS melawan dan berusaha kabur. Polisi kemudian melepaskan tembakan guna melumpuhkan FS.
Syarief dijambret pada 25 Juni saat sedang bersepeda seorang diri di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat. Akibat kejadian itu, Syarief mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Medistra Jakarta. (ayp/gil)