"Barang paling berharga uang Rp30 miliar dari bank Sulselbar yang ikut karam," ujarnya saat diwawancara CNNIndonesia TV, Selasa (3/7).
Menurut Sumarsono, uang itu ditempatkan di dalam sebuat peti dan dikawal oleh petugas keamanan dan pegawai Bank Sulselbar. Saat ini, keberadaan uang maupun pengawal tersebut masih hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarsono menerangkan uang tersebut memang dikirim oleh pemerintah provinsi untuk keperluan gaji aparatur sipil negeri (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) pemerintah daerah Kabupaten Selayar. Kendati demikian, pemerintah mengaku tidak khawatir karena uang tersebut sudah diansuransikan.
"Ada 12 korban meninggal dunia, ada orang tua dan anak kecil umur 2 dan 3 tahun. Sudah teridentifikasi," pungkasnya.
Kapal Motor Lestari Maju dikabarkan tenggelam di laut Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) siang. Kapal tersebut karam saat tengah berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. (dal/gil)