"Harusnya yang mampu dilakukan Presiden itu skalanya harus agak ditingkatkan menjadi mengurus negara, bukan menjadi pintu proyek, bukan jadi penggunting pita, atau pintu pengadaan," kata Fahri saat berpidato di Halalbihalal PP Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang dikeluhkan tadi adalah karena skala negara yang enggak dipahami dengan baik dan karenanya [Jokowi] harus kembali datang ke Komisaris, minta dijewer oleh komisaris. Saya kira itulah tugas Muhammadiyah," ucap Fahri disambut gelak tawa hadirin.
Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1B & 1C. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Fahri bagaimanapun mengkritik proyek infrastruktur Jokowi itu dengan menyebutnya hanya menguntungkan orang kaya. Fahri mencontohkan lewat proyek tol.
Menurutnya, pembangunan tol tidak berdampak positif bagi seluruh masyarakat.
Fahri menilai pembangunan banyak tol justru membuat negara terbebani. Sebab ia menilai banyak pemilik mobil pribadi yang masih menggunakan bahan bakar subsisdi pemerintah. (wis/gil)
Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1B & 1C. (CNN Indonesia/Safir Makki)