"Ini (jambret) itu sebenarnya street crime biasa kok. Ini adalah prioritas untuk saat ini. Jangan sampai persiapan-persiapan Asian Games terganggu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/7).
Buat mengantisipasi dan menekan potensi kejahatan jalanan, Polda Metro Jaya menyatakan menggelar operasi antijambret selama satu bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun menyasar korban secara acak. Maka dari itu Argo mengimbau supaya masyarakat, terutama yang menggunakan sepeda motor, tidak menggunakan telepon seluler saat berada di jalan dan meletakkan tas di tempat aman.
Pada Minggu (1/7) pekan lalu seorang perempuan penumpang ojek online berinisial W (37) meninggal usai dijambret di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Saat itu W sedang menumpang ojek daring. Hingga kini polisi masih memburu pelaku.
Selain itu, sebelumnya juga telah terjadi peristiwa penjambretan yang menimpa Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanudin.
Syarief dijambret pada 25 Juni saat sedang bersepeda seorang diri di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat. Polisi menembak mati pelaku yang berinsial FS karena dianggap melawan saat ditangkap di kawasan Jakarta Utara.
Kemudian insiden itu juga terjadi di Jakarta Barat. Kali ini korbannya adalah seorang perempuan berinisial CFS. Polisi juga menembak mati pelaku berinisial R yang tergabung dalam kelompok Tenda Oranye. (ayp/gil)