Ada sejumlah pesan yang disepakati dalam KTT Ulama dan Cendikiawan Muslim itu, salah satunya soal paradigma wasathiyah Islam atau Islam moderat.
Menurut Hasan, umat Islam merupakan umat pertengahan sehingga wajar apabila memberi seruan kepada dunia untuk mengamalkan paradigma wasathiyah. Paradigma ini akan membuat seluruh masyarakat dunia hidup dalam keharmonisan meski memiliki perbedaan suku, agama dan ras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa peserta yang hadir dalam KTT Ulama dan Cendekiawan di Bogor telah menyetujui pesan Bogor.
Dalam empat poin pesan yang diserukannya, para ulama sepakat bahwa umat muslim perlu mengaktifkan kembali paradigma wasathiyah sebagai ajaran Islam pusat yang meliputi tujuh nilai utama.
Mereka akan memperkuat tekad untuk membuktikan kepada dunia, bahwa umat Islam sedang mengamati paradigma wasathiyah Islam dalam semua aspek kehidupan.
Para ulama juga berkomitmen untuk mendorong negara-negara muslim dan komunitas untuk mengambil inisiatif untuk mempromosikan paradigma Wasatiyyat lslam, melalui World Fulcrum of Wasatiyyat Islam, dalam rangka membangun Ummatan Wasatan, sebuah masyarakat yang adil, makmur, damai, inklusif, harmonis, berdasarkan pada ajaran Islam dan moralitas.
Sebanyak 100 tokoh baik dari kalangan pemangku agama, tokoh kenegaraan dan pakar akan hadir dalam acara tersebut. (osc/sur)