Sebab, dokumen dalam laptop yang raib dibawa pelaku tidak berisi dokumen rahasia negara. Moeldoko menjelaskan bahwa dokumen-dokumen yang berada di dalam perangkat tersebut boleh diketahui publik.
"Oh enggak. Bagi KSP, hampir semua pekerjaan-pekerjaan itu justru kami umumkan. Tidak ada yang dirahasiakan. Karena itulah sebuah data-data yang memang harus kita publish," kata Moeldoko saat ditemui di acara diskusi publik P8: 'Netralitas Aparat dalam Pilkada dan Pemilu', di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya tidak ada pekerjaan Kepala Staf Kepresidenan yang rahasia, hampir semua data-data bahkan buku putih yang saya buat itu nanti akan bisa saya edarkan kepada siapapun karena itu berkaitan dengan data-data yang perlu dipahami oleh masyarakat," paparnya.
Armedya dijebak ketika mengemudikan mobil seorang diri di Jalan Gajah Mada, kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, 8 Juni 2018 lalu. Ia diteriaki pengendara sepeda motor bahwa ban mobilnya kempis. Saat ia turun untuk memeriksa, pelaku membuka pintu mobilnya dan menjarah sejumlah barang.
Lihat juga:OSO Persilakan Moeldoko Mundur dari Hanura |