Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan kejadian tersebut bermula saat pemilik kontrakan, Saprani, melaporkan ke pihak kepolisian jika telah terjadi ledakan sebanyak dua kali di rumah tersebut sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat ledakan pertama, Saprani langsung mengecek ke dalam rumah dan mengaku mencium bau mesiu. Namun, karena takut akhirnya saksi keluar. Setelah keluar, Saprani kembali mendengar ledakan kedua yang akhirnya membuat warga menjauh dari rumah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi waktu polisi datang, ibu dan anak berlari membawa ransel. Kita lakukan pengejaran. Kemudian di lorong terjadi ledakan lagi. Ledakan yang ketiga," kata Frans saat diwawancarai CNNIndonesia TV, Kamis (5/7).
Ledakan yang diduga berasal dari ransel yang dibawa saat kabur itu melukai anak yang ikut kabur tersebut. Namun disaat yang bersamaan, pria berinisial A itu justru kabur menggunakan sepeda motor saat ledakan itu terjadi.
"Saat ini kita fokus sedang mengejar pria yang kabur itu," kata Frans.
Adapun anak yang luka tersebut, kata Frans, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian berserta DR yang diduga adalah ibu dari anak tersebut.
"Ibunya kita sudah amankan di Polres. Anak itu sedang dirawat di Rumah Sakit," kata Frans.
Sementara itu, Karopenmas Polri M Iqbal mengatakan tim laboratorium forensik sudah berhasil mengidentifikasi bahan ledakan yang ditemukan kepolisian.
"Itu bahannya low explosive," kata Iqbal saat diwawancara CNNIndonesia TV.
Iqbal pun berharap semua pihak tidak buru-buru menyimpulkan jika kejadian tersebut adalah ulah teroris.