Hal itu disampaikan usai melakukan pertemuan tertutup dengan Waketum Demokrat Syarif Hasan di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/7) malam.
Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini sangat mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam lima tahun ke belakang, Prabowo menghitung pelemahan rupiah mencapai 60 persen.
Segala permasalahan perekonomian itu, kata dia, salah satunya akibat kebijakan impor yang dilakukan pemerintah. Bahkan, ia menyebut keuangan untuk fasilitas kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan tinggal sebulan lagi karena obat-obat berasal dari luar negeri.
Atas masalah itu, Prabowo mengajak semua pihak, termasuk Demokrat, untuk bergabung dengan Gerindra dalam menyelesaikan masalah perekonomian itu.
Meski demikian, Prabowo enggan menyebut kerja sama antara Gerindra dan Demokrat dilakukan dalam bentuk koalisi di Pilpres 2019. Ia hanya menyebut kedua partai masih melakukan komunikasi dan menyamakan pandangan untuk bangsa ke depan.
"Jadi keinginan kita adalah membuka komunikasi, menjalin hubungan baik sama semua pihak. Karena sebagaimana kita rasakan sekarang keadaan negara kita semakin memprihatinkan," ujarnya.
Bahkan setelah bertemu Syarif, Prabowo mengaku berniat menemui Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan penjajakan Pilpres. Namun ia belum dapat mamastikan waktu pertemuan itu.
"Pada waktunya mudah-mudahan tidak waktu lama memang ada rencana untuk kami ketemu. Dan saya juga rencana ketemu dengan tokoh-tokoh lain dari partai lain," ujar Prabowo.
(aal)