"Kami siap untuk mendukung Jokowi," kata salah satu Aktivis 1998, Wahab Taolehu.
Di hadapan Jokowi, panitia Rembuk Aktivis 98 juga meminta supaya sejumlah rekan mereka yang gugur dalam reformasi 20 tahun lalu dijadikan pahlawan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap pada tanggal 7 Juli dijadikan hari Bhineka Tunggal Ika dan para aktivis yang gugur melawan rezim otoriter dijadikan pahlawan nasional," ujar Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional 98 Sayid Junaedi Rizal, di lokasi acara.
Rombongan Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat turun dari mobil Jokowi disambut oleh Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Oesman Sapta Odang (OSO).
"Jokowi dua periode. Hidup Jokowi, Hidup Jokowi," teriak salah satu peserta.
Acara ini sebagai bagian dari peringatan 20 tahun Reformasi dan peristiwa Mei 1998, yang jatuh pada tahun ini. (ayp/ugo)