"Sanksi pasti ada karena itu akan dibahas oleh dewan kehormatan," ujar Syarief ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senin (9/7).
Meski manuver TGB akan dibahas di jajaran Dewan Kehormatan Demokrat, Syarief merasa hal itu bukan sesuatu yang besar bagi partai. Ia mengklaim belum ada agenda khusus mengenainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum menjadi prioritas dibahas karena menurut kami itu efeknya tidak terlalu besar," lanjut Syarief.
TGB Zainul Majdi mendukung dua periode Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Rabu pekan lalu, TGB yang merupakan kader Partai Demokrat menyatakan dukungannya terhadap Jokowi agar menjadi calon presiden melanjutkan kepemimpinan dua periode.
TGB menyatakan keputusannya mendukung Jokowi melalui pertimbangan yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa, umat dan akal sehat.
Lihat juga:Jokowi: Dukungan TGB Rasionalitas yang Wajar |
Ia berhasil membantu Prabowo-Hatta menang telak di NTB dengan perolehan suara 1,84 juta atau sekitar 72,45 persen. Suara itu jauh meninggalkan perolehan suara Jokowi-JK yang hanya meraih 27,54 persen.
Kendati demikian Syarief mengatakan manuver TGB sebagai sesuatu yang biasa dalam politik. Ia pun rela apabila Jokowi meminang TGB sebagai cawapres.
Namun Syarief menyatakan partainya belum tentu mendukung TGB apabila dipilih sebagai cawapres Jokowi pada pilpres 2019. "Kita lihat saja nanti." (pmg/gil)
TGB Zainul Majdi mendukung dua periode Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)