"Itu boleh saja, dua poros, tiga poros, cuma dalam kondisi sekarang hampir sulit membangun tiga poros," ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7).
Sohibul Iman mengusulkan agar Partai Demokrat membentuk koalisi bersama PAN dan PKB, sehingga nantinya di Pilpres akan terbentuk tiga poros, yakni poros Demokrat-PAN-PKB; Gerindra-PKS; dan koalisi pendukung calon petahan, Joko Widodo
Sohibul menjelaskan, perlu ada tiga hingga empat pasangan calon yang muncul di putaran pertama guna menghadapi petahana di Pilpres 2019. Menurut dia jika jika hanya ada satu poros yang melawan Jokowi, maka banyak pihak yang aspirasinya tidak tertampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Riza kemungkinan tiga poros di Pilpres 2019 ini bakal terjadi apabila gugatan Presidensial Threshold di diloloskan Mahkamah Konstitusi. Namun, saat ini, Riza memprediksi hanya akan ada dua poros di Pilpres 2019.
Data perolehan suara 10 parpol DPR dalam Pemilu 2014 yang akan menjadi patokan pencalonan presiden, menunjukkan Partai NasDem 8.402.812 (6,72 persen), Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 (9,04 persen), Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen), PDIP 23.681.471 (18,95 persen), Partai Golkar 18.432.312 (14,75 persen).
Kemudian, Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen), Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen), Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen), Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 (6,53 persen), dan Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen).
Sedangkan berdasarkan perolehan kursi, Partai NasDem (36 kursi atau 6,4 persen kursi DPR), Partai Kebangkitan Bangsa (47 kursi atau 8,4 persen kursi DPR), Partai Keadilan Sejahtera (40 kursi 7,1 persen kursi DPR), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (109 kursi atau 19,4 persen kursi DPR), Partai Golkar (91 kursi atau 16,2 persen kursi DPR).
Berikutnya Partai Gerindra (73 kursi atau 13 persen kursi DPR), Partai Demokrat (61 kursi atau 10,9 persen kursi DPR), Partai Amanat Nasional (48 kursi atau 8,6 persen kursi DPR), Partai Persatuan Pembangunan (39 kursi atau 7 persen kursi DPR), dan Partai Hanura 6.579.498 (16 kursi atau 2,9 persen DPR).
(ugo/ugo)