"Begal itu street crime. Saya sudah bikin pernyataan bahwa namanya street crime itu gampang mengatasinya, gampang menanganinya," kata Syafruddin kepada wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (10/7).
Ia pun meminta anak buahnya yang menjabat kepala kepolisian satuan wilayah menggelar operasi untuk menangani kasus yang terjadi secara masif dalam beberapa waktu terakhir ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu bulan tidak selesai diganti, gampang," ujar Syafruddin.
Menurutnya, pola pelaku kejahatan jalanan selalu melumpuhkan dan mengambil barang yang ditargetkan dari korban dengan cara kekerasan.
"Saya rasa tidak ada perubahan, itu tinggal bagaimana membangun opini," ujar dia.
Aksi begal motor marak terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan, 27 pelaku diantaranya harus ditembak pada bagian kaki. Sementara dua pelaku lain tewas didor lantaran melawan aparat.
Penangkapan pelaku penjambretan dan begal tersebut dilakukan dalam Operasi Kewilayahan Mandiri di wilayah yang masuk jajaran hukum Polda Metro Jaya. Operasi tersebut dilakukan sejak 3 Juni hingga 3 Agustus mendatang. (osc/sur)