Jika Anies tetap mencalonkan diri, Eggi menegaskan tidak akan mendukungnya.
"Saya secara pribadi saya tidak mau memilihnya. Tegas. Kita harus tegas," ujar Eggi di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anies melanggar sumpahnya, menurut Eggi, maka ia termasuk sebagai orang munafik dan melanggar janjinya di hadapan Alquran. Eggi menegaskan siap menjadi orang yang akan selalu mengkritik Anies jika hal itu terjadi.
"Jadi ketidaksetujuan saya secara ilmu agama. Jangan sampai Anies jadi orang munafik. Karena orang munafik itu menurut surat At Tahrim itu harus diperangi, bukan ditemani, apalagi didukung. Mestinya diperangi. Kalau anies maju juga, saya jadi bagian yang memerangi," tambah Eggi.
Selain itu, Eggi mengingatkan Anies agar tidak mengulangi perbuatan Joko Widodo (Jokowi) ketika menjabat Gubernur DI.
Jokowi tak menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI lantaran maju di Pilpres 2014 lalu.
"Kalau anak buah saya masih dengar saya, ya, ngapain pilih ini orang munafik. Kita lawan saja, kita jadi oposisi saja," kata Eggi.
Nama Anies kembali santer dikaitkan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman juga menilai Anies lebih pantas disodorkan menjadi capres dibandingkan cawapres karena jabatan Gubernur DKI Jakarta yang diemban saat ini sudah strategis di skala nasional.
Sohibul menganggap Anies layak 'menyeberang' dari Balai Kota ke Istana.
"Kalau Pak Anies harus ke nasional, saya katakan oke, tapi jangan cawapres. [Lebih baik] Capres," tegasnya.
Anies sendiri belum mau mengomentari kemungkinan dirinya maju di Pilpres 2019. Dia menyebut saat ini hanya fokus mengurus Jakarta. (wis/sur)