Kewajiban bakal caleg DPRA dan DPRK mampu membaca Alquran juga telah diatur dalam Qanun Aceh No. 3 tahun 2008 pada Pasal 13 ayat (1) butir c.
Nantinya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh atau KPU di provinsi Aceh, membentuk tim uji mampu baca Alquran untuk DPRA. Tim tersebut diisi oleh perwakilan dari Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Aceh, serta Kementerian Agama Provinsi Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, bakal caleg akan diminta membaca surat dan ayat Alquran yang ditentukan tim penguji selama lima menit. Surat dan ayat yang dibaca ditentukan oleh tim penguji. Saat tes berlangsung, masyarakat boleh menyaksikan namun tetap harus menjaga ketertiban.
"Peserta uji mampu baca Alquran dinyatakan lulus apabila mendapat jumlah nilai paling kurang 50 poin dan paling banyak 100 poin," mengutip bagian Penilaian Uji Mampu Baca Alquran poin 1 huruf d.
Kemudian, surat keterangan mampu baca Alquran diterbitkan kepada bakal caleg yang dinyatakan lulus uji.
Lihat juga:Belum Satu Parpol pun Daftarkan Caleg ke KPU |
Surat keterangan lulus uji mampu baca Alquran harus disertakan saat mendaftar sebagai bakal caleg ke KIP Aceh dan KIP kabupaten kota. (wis)