"Sekarang kita juga realistis, dengan presidential treshold yang masih 20 persen saat ini masih banyak cara yang harus dilakukan," ujar Roy yang ditemui usai diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).
Lihat juga:SBY: Demokrat Tidak Punya Capres |
Roy menampik bahwa tawaran koalisi yang akan dijalin oleh Demokrat harus menjadikan AHY sebagai cawapres. Menurutnya Demokrat punya tolok ukur tersendiri yang akan disyukuri kala kesepakatan tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy menuturkan bahwa saat ini Demokrat sedang menjalin komunikasi dengan banyak partai jelang pendaftaran capres dan cawapres pada 4-10 Agustus mendatang.
Salah satu contohnya adalah pertemuan antara Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa hari lalu.
Ia mengklaim pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan apa pun. Menurutnya segala kemungkinan masih terbuka termasuk bergabung dengan koalisi pendukung Presiden Joko Widodo.
"In politics anything can possible," imbuhnya.
Di lain pihak, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengakui nama AHY ada dalam sejumlah kandidat cawapres yang sudah mengerucut untuk mendampingi Prabowo. AHY, menurut Riza, punya kemungkinan yang sama besar dengan kandidat lain dari partai ataupun nonpartai.
"Dari Demokrat dari sekian nama kan tinggal AHY, tidak ada lagi nama Tuan Guru Bajang," ucap Riza. (dal)