Megawati tiba sendirian di kantor DPP PDIP pada sore ini. Kehadirannya diterima oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan langsung menuju ruang rapat tanpa menjawab pertanyaan awak media. Diamnya Megawati berlanjut ketika ia meninggalkan kantor DPP PDIP.
Hasto menjelaskan bahwa kehadiran Megawati khusus untuk membahas peserta caleg dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Hasto yakin masalah tersebut bisa diselesaikan dengan waktu yang tersedia sebelum masa tenggat pendaftaran caleg berakhir.
Terkait caleg ini, Hasto menambahkan, partainya punya sejumlah kejutan. Ia membantah kejutan itu berkaitan dengan keberadaan artis yang akan maju menjadi caleg.
Namun Hasto mengakui ada beberapa kader PDIP yang berlatar belakang artis seperti Rieke Diah Pitaloka, Rano Karno, dan Nico Siahaan.
Etika Menteri Nyaleg Bersifat Subjektif
Di sisi lain, PDIP juga punya pandangan terkait dengan pencalegan, terutama dari kalangan menteri Kabinet Kerja. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang juga politikus PDIP.
PDIP menilai persoalan etika dalam isu menteri yang hendak menjadi caleg bersifat sangat subjektif. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan penilaian etis atau tidak bergantung pada pribadi yang menilai.
"Saya rasa ini masing-masing ya," ujar Eriko di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (13/7).
Eriko melanjutkan bahwa keinginan menteri yang ingin maju ke ranah legislatif tidak terganjal aturan apa pun. Tak lupa ia menyebut tak ada aturan yang mengharuskan mereka mundur dari jabatannya.
"Dari Bapak Presiden sendiri tidak mengatakan bahwa harus ada mundur, nah itu yang kita lihat," ucapnya menambahkan.
Pandangan Eriko ini berbeda dengan pendapat Kerua DPR RI Bambang Soesatyo. Bambang menilai seorang menteri sebaiknya menanggalkan jabatannya terlebih dahulu ketika hendak maju sebagai caleg.
Ia mengaku tak ada larangan yang menuntut hal tersebut. Tapi Bambang merasa ada moralitas yang dipertaruhkan.
"Yang mau nyaleg walaupun presiden memberikan lampu hijau dan cuti, berbenturan pada moralitas para menteri," kata Bambang pada Rabu (11/7) lalu.
Sebelumnya Puan mengaku tengah mempertimbangkan maju caleg dari daerah pemilihan Jawa Tengah.
Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga mengaku masih mempertimbangkan dan menunggu persetujuan Jokowi maupun Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.
Jokowi telah menyatakan tak melarang menterinya menjadi caleg tahun depan. Menurutnya, mendaftar sebagai caleg merupakan salah satu tugas yang diberikan partai kepada kader yang kebetulan saat ini menjadi menteri. (osc)