Diketahui PPP merupakan bagian dari partai koalisi Jokowi bersama PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB.
"Selain poros Pak Prabowo, kami belum melihat (ada yang lain) sebagai penantang," ucap Baidowi usai diskusi dikawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu fakta yang ada. Kita belum bisa melihat jika putusan MK (Mahkamah Konstitusi) berkata lain. Misalkan membatalkan ketentuan threshold. Itu tentu akan berubah," kata Baidowi.
Dia mengamini bahwa Partai Demokrat berupaya membentuk poros ketiga. Namun, dia tidak yakin ada partai lain yang tertarik untuk berkoalisi dengan partai berlambang mercy tersebut. Alasannya, Demokrat hanya memiliki 10 persen kursi di DPR.
Berbeda dengan posisi PDIP dan Gerindra yang memiliki jumlah kursi lebih banyak. Kedua partai tersebut berada pada posisi lebih menguntungkan karena tidak perlu mencari banyak mitra koalisi agar memenuhi syarat 20 persen kursi di DPR.
"Demokrat itu baru sebatas berapa persen. Sekitar 10 persen. Butuh 10 persen lagi untuk berkoalisi. Lah itu siapa yang mau?" kata Baidowi.
"Kemarin ada poros ketiga yang diinisiasi Demokrat, coba menawarkan Pak AHY kemana-mana tapi tidak ada yang merespon. AHY-JK, JK-AHY, AHY-Anies, Anies-AHY, AHY-Aher (Ahmad Heryawan), AHY-Muhaimin Iskandar, Muhaimin-AHY, tapi enggak ada yang mau respon," ucap Baidowi.
"Artinya poros ketiga itu sekarang masih angin lalu saja. Hanya gimmick politik saja," katanya. (osc)