"Ya jadi hasilnya kita lihat kemarin Perancis lebih cerdik mengambil peluang," kata Anies di Jakarta Timur, Senin (16/7).
Meski kalah, Anies menilai tim berjuluk Vatreni itu patut diperhitungkan di laga setelah piala dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Kroasia) telah mengejutkan konstelasi sepak bola dunia," ujarnya.
"Ini pelajaran bagi semua sebetulnya, team work yang kuat, keseriusan dan kerja keras, ketenangan menjadi kunci," tutur Anies.
Di sisi lain, Anies mengungkapkan malam tadi dirinya menonton pertandingan final Piala Dunia tersebut bersama anak-anaknya di rumah. Alasannya, karena momen piala dunia hanya terjadi empat tahun sekali.
"Final sengaja saya di rumah dengan anak-anak bersama-sama dan mudah-mudahan ini jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka," kata Anies.
"Kalau untuk pesan perubahan saya pilih Kroasia," kata Anies di Jakarta Pusat, Kamis (12/7).
Dukungan kepada Krosia itu diberikan Anies karena sejumlah tim yang ia jagokan sebelumnya tidak ada yang melaju hingga babak final. Tim tersebut antara Arab Saudi, Jerman, dan Belgia.
Dalam laga final yang digelar di Stadion Luzhinki, Perancis berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.
Perancis kemudian menambah dua gol dalam waktu enam menit di babak kedua melalui tendangan Paul Pogba dan Kylian Mbappe yang sama-sama tercipta dari luar kotak penalti.
Kroasia mendapat gol hiburan dari Mandzukic yang memanfaatkan blunder kiper Hugo Lloris. (dal/wis)