Meski masa uji coba diperpanjang, Sandi mengakui OK OTrip tetap tak bisa mencapai target dari sisi jumlah trayek dan jumlah operator yang bergabung.
"Dari sebelas operator kita ingin dua atau tiga bergabung lagi sehingga dapat 50 persen dari target 11 operator. Dari 30 target trayek ini kita targetkan paling tidak ada 30 hingga 35 persen trayek itu bisa dicapai bulan ini," kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, OK OTrip juga mendapat rapor merah dalam urusan pengadaan armada. Pemprov DKI telah menganggarkan pengadaan 2.687 bus kecil senilai total Rp3,3 triliun pada APBD 2018. Namun sejak April lalu, baru ada 126 bus kecil yang mampu disediakan Pemprov DKI Jakarta. Artinya, baru 4,7 persen target yang tercapai.
"Akhir Juli atau pertengahan Agustus kami lagi tentukan nanti diumumkan karena baru habis hari ini akan diumumkan perpanjanganya sampai kapan," lanjutnya.
Sebelumnya, uji coba diterapkan pada Februari hingga April 2018. Lalu diperpanjang hingga 15 Juli. Sehingg kali ini jadi kali ketiga Pemprov DKI memperpanjang masa uji coba OK OTrip.